Bagi sebagian orang, melihat hewan peliharaan mogok makan selama satu atau dua hari mungkin dianggap biasa. Pada anjing atau manusia, puasa singkat mungkin tidak berdampak fatal. Namun, bagi kucing—terutama yang bertubuh gemuk—mogok makan adalah kondisi darurat medis tersembunyi yang bisa berujung pada kematian.

Mengapa Kucing Tidak Boleh Puasa Terlalu Lama?
Kucing memiliki sistem metabolisme tubuh yang sangat unik dan sensitif. Ketika seekor kucing berhenti makan atau hanya makan sedikit selama 3 hingga 7 hari berturut-turut, tubuh mereka akan langsung masuk ke mode panik atau kondisi katabolik. Kondisi mogok makan ini biasanya dipicu oleh rasa stres, perubahan lingkungan, sakit gigi, masalah pencernaan, atau penyakit infeksi seperti flu.
Ketika Hati Kucing Kebanjiran Lemak (Lipidosis Hati)
Karena tidak ada asupan kalori atau glukosa dari makanan yang masuk, tubuh kucing akan secara otomatis memecah cadangan lemak mereka dengan sangat cepat untuk dijadikan sumber energi darurat. Lemak-lemak bebas ini kemudian dikirim secara massal menuju organ hati untuk diproses.
Sayangnya, organ hati kucing tidak dirancang untuk memproses lemak dalam jumlah besar sekaligus. Akibatnya, hati mereka kewalahan dan lemak-lemak tersebut justru menumpuk di dalam sel-sel hati. Kondisi penumpukan lemak ini disebut Hepatic Lipidosis atau Fatty Liver Syndrome. Sel-sel hati yang membengkak karena lemak akan menyumbat saluran empedu dan merusak fungsi hati secara keseluruhan. Kucing yang mengalami ini biasanya akan menunjukkan gejala penyakit kuning (ikterus), di mana bagian putih mata, gusi, dan kulit telinga bagian dalam mereka berubah warna menjadi kekuningan. Mereka juga akan terlihat sangat lemas, mengalami penurunan berat badan yang drastis, dan sering muntah.
Cara Menyelamatkan Kucing yang Mogok Makan
Kunci utama untuk menyembuhkan penyakit ini adalah dengan memberikan dukungan nutrisi sesegera mungkin agar hati mereka bisa kembali bekerja dengan normal. Jangan pernah menyuapi kucing yang sedang mengalami lipidosis hati secara paksa menggunakan spet (suntikan tanpa jarum) ke dalam mulutnya, karena ini akan membuat mereka semakin stres, trauma terhadap makanan, atau bahkan tersedak masuk ke paru-paru.
Dokter hewan biasanya akan memasang selang makan khusus (seperti selang esofagostomi) langsung ke lambung kucing agar makanan bisa masuk dengan aman dan tanpa stres. Jumlah kalori yang diberikan harus dihitung secara presisi menggunakan rumus kebutuhan energi istirahat atau Resting Energy Requirement (RER).
Makanan yang diberikan harus berkalori tinggi dan kaya protein (kecuali ada masalah komplikasi lain). Pemberian makanan ini juga harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari sepertiga porsi di hari pertama, untuk mencegah terjadinya komplikasi fatal yang disebut refeeding syndrome. Proses penyembuhan ini membutuhkan kesabaran yang luar biasa dari pemilik, karena biasanya memakan waktu hingga 6 sampai 7 minggu sampai nafsu makan kucing benar-benar pulih kembali secara mandiri.
